Home » Blog » Cutting Torch Jenis dan Bagian Penting

Cutting Torch Jenis dan Bagian Penting

  • by
CUTTING TORCH

Cutting Torch atau biasanya kita sebut dengan stang blender atau blender potong merupakan alat yang digunakan untuk memotong suatu produk/bahan menjadi dua atau lebih. Biasanya alat ini awam dipakai oleh tukang las, dimana proses pemotongannya bisa dilakukan secara manual dengan tangan atau dengan bantuan mesin.

Jenis-Jenis Cutting Torch

Ada banyak macam Cutting Torch yang adna bisa temui dipasaran , pemilihan nya pun tergantung kebutuhan anda. Cutting Torch sendiri terdiri dari beberapa jenis/tipe yakni :

Tipe M

Tipe M ini biasanya digunakan di bengkel las atau industri pabrik-pabrik dengan kondisi pemotongan yang tergolong ringan

Cutting Torch

Tipe L

Tipe L ini bisa juga digunakan di industri pengelasan / pemotongan yang intensitasnya ringan-menengah.

Tipe strong 8

Mulai tipe ini biasanya digunakan untuk proyek-proyek skala besar, tapi tidak memungkinan juga bisa dipakai di pabrik-pabrik

Cutting Torch

Tipe strong 25

Untuk tipe strong 25 ini operatornya bisa memotong benda dalam skala besar dan biasanya digunakan untuk proyek-proyek dengan intensitas tinggi (misalkan proyek yang memakai 3 shift alias 24jam)

Material Pendukung Cutting Torch

Untuk menunjang proses pemotongan maka Cutting Torch ini perlu dukungan/ support material lainnya seperti :

Tabung Oksigen

Biasanya tabung ini berwarna biru untuk membedakannya dengan tabung jenis gas LPG/Acetyline. Isi gas didalam tabung itu sebanding dengan tekanan, jadi semakin banyak isi gas maka tekanan juga makin besar.

Biasanya penghubung antara tabung dengan regulator ini menggunakan ulir kanan , jadi cara mengencangkannya diputar kearah kanan

Tabung Acetyline/LPG

Biasanya tabung ini berwarna merah.

Penghubung antara tabung dengan regulator ini menggunakan ulir kiri, jadi cara mengencangkannya diputar kearah kiri

Regulator Oksigen

Berfungsi sebagai alat ukur untuk mengetahui tekanan isi tabung dan tekanan kerja yang nampak di manometer. Tekanan isi maksimal di angka 250 Kg/cm2 dan tekanan kerja biasanya maksimal di angka 12Kg/cm2.

Regullator Oxygen

Regulator Acetyline/LPG

Fungsinya sama untuk mengetahui tekanan isi tabung dan tekanan kerja yang nampak di manometer. Tekanan isi maksimal 30Kg/cm2 dan tekanan kerja maksimal sampai 3Kg/cm2.

Regullator Acetyline

Selang Las

Selang Las (bisa double maupun single ) Oksigen dan Acetyline/LPG
Pewarnaan dari selang ini disesuaikan dengan warna tabung gas yakni warna biru/hijau biasanya untuk selang Oksigen, sedangkan untuk warna Merah biasanya dipakai untuk Acetyline/ LPG. Fungsi selang las ini adalah untuk menyalurkan gas yang ada ke blandernya. Selang las disarankan memakai bahan karet yang bagus kualitasnya karena mayoritas pekerjaan biasanya di outdoor dimana terkena paparan sinar matahari langsung atau jika posisi di indoor biasanya terkena injak atau lindas kendaraan yang lewat. Sebelum digunakan untuk mencegah kecelakaan kerja wajib dicek terlebih dahulu ada keretakan/kerusakan di sepanjang selangnya.

Pemantik api (sparklighter)

Mayoritas operator menggunakan korek api gas , akan tetapi hal tersebut tidak boleh kita pakai dikondisi yang berbahaya misalkan kondisi lingkungan perusahaan gas atau di ruangan tertutup karena dapat memancing api bisa membakar sekeliling kita. Untuk itu kita perlu memakai percikan api/sparkligher untuk meminimalisir adanya sautan api. Harap konsultasikan terlebih dahulu dengan pihak K3 untuk lebih lanjut.

Flashback Arrestor

Item ini biasanya sering diabaikan oleh operator skala kecil dan menengah karena kurang edukasi mengenai pentingnya barang ini meskipun kecil bentuknya. Adapun fungsi dari flashback ini adalah mencegah adanya kebocoran gas .
Flashback ini bisa dipasangkan di regulator (baik oksigen dan LPG/Acetyline) dan stangblender.

Bagian-Bagian Utama Cutting Torch

Setelah kita tahu material penunjangnya terdiri dari apa saja, maka kita akan bedah bagian-bagian utama Cutting Torch :

Nozzle, Tip (Cutting Tip)

Nozzle ini adalah komponen terujung dari Cutting Torch dimana dibagian ujungnya ada lubang-lubang kecil untuk keluarnya percampuran antara gas oksigen dan gas LPG/Acetyline yang dirubah menjadi semburan api. Nozzle ini memiliki ukuran biasanya angka 0,1,2, dan 3 biasanya perbedaannya terlihat jelas di lubang nozzle dimana semakin besar angka nozzle maka semakin besar pula lubangnya. Dan semakin tebal plat yang akan kita potong, maka nomer nozzle harus semakin besar.

Ketentuan Memilih Nozzle

Berikut saya lampirkan ketentuan-ketentuan pemilihan nozzle yang digunakan untuk memotong :

  • Jika tebal plat 3-10mm disarankan memakai nozzle nomer 1
  • Jika tebal plat 10-20mm disarankan memakai nozzle nomer 2
  • Jika tebal plat 20-30mm disarankan memakai nozzle nomer 3

Hal-hal tersebut harus disesuaikan dengan tekanan tabung oksigen, tabung LPG/Acetyline dan juga panjang selang yang kita pakai.
Perlu diperhatikan pula saat kita mengelas secara kontinue atau terus menerus maka di ujung nozzle akan muncul kerak karena proses dari pemotongan benda dan itu harus kita bersihkan dengan sikat kawat atau tip cleaner biasanya supaya kerak tersebut tidak menutupin lubang-lubang nozzle tersebut.

cutting tip

Valve atau kran (Oksigen dan Acetyline)

Biasanya valve ini berfungsi untuk mengatur besar kecilnya volume gas untuk menghasilkan api yang sesuai dengan operator lasnya yakni api yang bagus dan maksimal untuk memotong besi/platnya. Untuk safetynya pastikan Valve atau kran ini sudah posisi tertutup dengan sempurna jika tidak digunakan, untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja yang fatal.

Gagang

Biasa disebut juga dengan tangkai atau badan Cutting Torch yang digunakan sebagai pegangan untuk operator yang akan memotong benda supaya stabil hasilnya dan maksimal.

Saluran Oksigen dan Acetyline

Di bagian ini bagian ujung satunya dimana berbentuk nozzle juga yang nantinya disambungkan dengan selang double atau selang oxigen dan LPG/Acetyline. Biasanya selang berwarna merah digunakan untuk gas LPG/Aceyline sedangkan selang berwarna hijau/biru digunakan untuk gas Oksigen. Jangan sampai kita memasang terbalik karena bisa mengakibatkan kesalahan dalam pengoperasian yang akan membuat kecelakaan kerja.

Demikian berbagai informasi mengenai CUTTING TORCH

Semoga artikel ini dapat membantu teman-teman untuk dapat lebih memahami akan CUTTING TORCH. Apabila anda masih bingung tentang CUTTING TORCH , tim profesional marketing kami akan membantu anda , Yuk Klik disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *